Kamis, 18 Agustus 2011

Kutipan ini aku ambil, lebih tepatnya aku pungut dari sebuah catatan kecil yang terselip di bawah agendaku, entah siapa tuannya yang jelas sebuah puisi ini tergeletak tidak ada yang tau darimana asalnya atau siapa tuannya dan aku ingin mencoba mangabadikannya di blog ku kini. kata-katanya tidak akan saya rubah, seadanya yang ada di kertas begini  kata-katanya:

Kenanglah ibu yang menyayangi kita
untuk ibu
yang selalu meneteskan  air mata
ketika kau pergi


ingatkah engkau,
ketika jemariku
mengusap lembut kepalamu?...
...dan ingatlah engkau 
ketika air mata menetes 
dari mata ibumu
ketika ia melihatmu 
terbaring sakit?...
Sesekali jenguklah ibumu
yang selalu menantikan
kepulanganmu ke rumah
tempat kau di lahirkan
kembalilah mohon maaf 
pada ibumu yang selalu rindu
akan senyummu.
jangan biarkan engkau 
kehilangan saat-saat akan 
kau rindukan dia.
ketika ibu telah tiada
takan ada lagi yang berdiri
di depan pintu untuk menyambut kita
tidak ada lagi senyum indah
tiada bahagia
tak ada lagi
dan takan ada lagi
yang meneteskan air mata
mendoakanmu di setiap
hembusan napasnya
kembalilah segera....
peluklah ibumu
yang selalu menyayangimu....
berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya
kenanglah semua cinta
dan kasih sayangnya.


Begitulah sobat isi di dalam secarik kertas yang tak bertuan terselip di buku agendaku, mungkin ini sebuah pelajaran bagi kita betapa  ibu itu sangatlah berarti bagi kita semua karena didalam sebuah hadist di situ di sebutkan bahwa surga berada di telapak kaki ibu!
munkin karena itulah ibu sangat berarti bagi kita.

2 komentar:

  1. hayatilah sobat,...

    karen itu adalah ungkapan terdalam dari diriku.....

    ibu adalah segalanya,...

    BalasHapus
  2. ngan rada pabeulit ieuteh teu ngarti uinna lahh hadohh kudu kumaha yeuhhh!

    BalasHapus