Subuh itu mataku masih terasa ngantuk aku tak tau apa yang mendorong ku untuk bangun sepagi itu,
Adzan subuh pun belum terdengar berkumandang. dan aku mulai melangkahkan kaki pergi ke kamar mandi, untuk sekedar mencuci muka dan gosok gigi dan airnya sangat tidak bersahabat (dingin skali kurasakan). Tak lama kemudian stelah aku selesai mencuci muka adzan subuhpun berkumandang akupun langsung mengambi air wudu, dan aku bergegas untuk shalat subuh.
Stelah selesai shalat subuh, aku pergi keluar rumah untuk skedar jalan-jalan dan menikmati sejuknya udara pagi, dan sedikit berolah raga kebetulan hari itu hari minggu jadi aku tidak ada pekerjaan yang harus aku kerjakan.
Embun pagi pun masih trasa memilukan, smakin terasa menusuk ke dalam pori-pori kulit ku, Suasana masih hening sepi.
Diantara sungai yang memisahkan desaku dan pesawahan nan luas, aku duduk menjulurkan kakiku yang terasa lelah, entah apa yang ada dalam pikiranku sa’at itu, aku hanya menatap arus air yang mengalir perlahan di sungai. Sungai yang memisahkan jalanan aspal dan pesawahan yang luas terhampar!
Embun pagipun masih tebal, maklum desaku tepat berada di antara gunung-gunung jadi kalu di pagi hari pandangan kita akan terbatas oleh kabut, selang beberapa waktu setelah mentari mulai memancarkan sinarnya dan perlahan-lahan kabut pagipun
mulai menghilang.
Aku pun beranjak melangkahkan kakiku untuk bergegas kembali pulang kerumah, karena pagi itu aku punya janji bersama seorang sahabatku untuk pergi ke bengkel motor, karena kemarin dia bilang motornya mogok, dia memintaku untuk mengantar dia ke bengkel. Belum jauh dari tempat tadi aku beristirahat sekitar seratus meter aku di kagetkan oleh sebuah mobil berwarna biru yang melesat melaju kencang menuju ke arah rumahku, dan hampir saja aku ke serempet mobil itu, tapi seperti biasa aku tidak menghiraukanya biasanya kan orang yang mau keserempet itu marah, tapi aku bukan orang seperti itu!...
Di perjalanan aku hanya bengong tak ada yang aku pikirkan aku hanya menatap jalan yang lurus walaupun kelihatan ada beberapa tikungan yang nampak dari tempatku berjalan, desaku berada di ujung kabupaten jadi paling jauh dari kota, dan desaku berada di tengah-tengah antara gunung dan pesawahan yang luas, di sebelah timur, selatan dan utara berdiri gunung-gunung yang terlihat indah dari desaku, karena letaknya aga jauh sekitar dua km dari desaku dan di sebelah barat terhampar pesawahan luas.
Desaku jauh dari keramaian kota jadi kalu aku mau belanja atau sekedar jalan-jalan ke kota aku harus menempuh jarak yang lumayan jauh, dan angkutan umum kedesakupun belum ada, sebenarnya dulu memang ada angkutan tapi karena penumpangnya jarang, karena hampir setiap rumah mempunyai kendaraan bermotor jadi orang-orang lebih suka bepergian naik kendaran pribadinya. Jadi semua angkutan akhirnya bangkrut, alias “gulung tikar” Ketika aku masih kecil ibuku sering mengajaku jalan-jalan atau sekedar main saja,aku sering di ajaknya ke pasar, itupun dengan naek ojek karena keluargaku belum ada yang mampuh buat beli atau kredit kendaraan bermotor,dan berangkatnya pun subuh-subuh sekali karena kalu siang-siang ke pasar tau sendiri mungkin barang yang kita cari sudah tidak ada, karena kehabisan orang yang belanja duluan!....
Singkat waktu berjalan, akupun tiba di halaman depan rumahku, disanah tengah duduk temanku yang tadi aku ceritakan mau minta di antar ke bengkel, dan dia langsung menyapaku.
Oiii….. abis pulang darimana kau, aku cari-cari dari tdi,
katanya kau mau antar aku betulin motor?......
Begitu sapanya, tapi aku ga menjawab pertanyaannya, aku bengong melihat mobil yang tadi hamper menyerempetku parkir percis di halaman sebelah rumahku, melihatku bengong temanku memukul pundaku dan dia bertanya lagi
Oiii… kenapa kau, kau malah bengong ku Tanya?....
o… itu mobil baru datang dari Jakarta, sekitar lima belas menit
sebelum kau datang tadi. Kenapa kau penasaran yach siapa pemilik mobil itu?...
ternyata temanku tau kalu aku bengong karena memperhatikan mobil itu.
Lalu akupun jawab pertanyaanya tadi yah meskipun aku aga ragu dia tadi nanya apa karena tadi aku sedang tidak pokus! Tapi aku mendengar walaupun samara-samar
Biasalah aku ini ingin menikmati hidup mumpung sehat, aku tadi
Jalan-jalan ajah, cari angin segar pagi hari.
Eh tapi ngomong-ngomong siapa yang punya mobil itu?.....
Tanyaku penuh selidik, lalu temanku tertawa!.....
Hahaaha… kau masih ingat anak perempuan kecil,dekil, dan pendek
Yang sering kita ganggu waktu berangkat skolah?........
Yang waktum pulang sekolah kita olok-olok sampe dia nangis dan melampari kita dengan sepatunya.
Sekejap aku diam mengingat-ngingat waktu sekolah dulu SD kelas tiga.
Dan akupun teringat seseorang ketika temanku bilang gadis kecil,dekildan pendek itu.
Ayu….
Belum aku ngomong lebih panjang temanku bicara lagih.
Iah… betul tadi sebelum kau datang aku melihatnya dia keluar dari mobil itu yah…
Walaupun kita tak berjumpa selama lima belas tahun tapi aku masih ingat mukanya
Tapi aku juga kurang yakin sih, karena aku hanya melihat waktu dia keluar dari mobil tapi dia membelakangi aku jdi aku kurang jelas melihatnya hehehhe…
“Baiklah mari ku ceritakan dulu sedikit masa kecilku yang jahil”
Aku di sekolahkan di sebuah SD negri yang berada di dekat kampungku, sekitar setengah jam perjalanan dari rumahku untuk sampai di sekolah, sejak kecil aku berteman dengan tiga sahabat yang terbilang kita masih berteman dan berdekatan sampai skarang ini,
Teman-teman itu bernama Andi, zenal, Tatang dan tentunya aku. Tatang ini adalah kaka sepupuku, jadi setiap hari kami berangkat skolah selalu bersama-sama. Eh.. dan ada lagi satu gadis kecil, dekil, pendek pula. dia bernama Ayu, Ayu juga sbenarnya masih punya teman perempuan, namanya Tita, tapi karena Ayu itu beda kelas sama teman nya itu jadi jarang pulang bareng, malahan Ayu lebih suka pulang duluan daripada nuguin temanya keluar kelas, walaupun Ayu sering dizailin aku dan teman-temanku Ayu gak pernah ka-pok ataupun takut malah Ayu lebih sering pulang bersama aku dan ketiga temanku, karena aku dan temanku berempat jadi Ayu slalu menjaga jarak karena hanya dia perempuan di antara kami berlima, di situlah muncul pikiran jahilku dan teman-temanku, aku suka sekali mengata-ngatain dia dan yang lebih kusukai Ayu itu kalu sudah kukata-katain dia selalu melawan meskipun dia Cuma seorang diri, sampe dia sudah menangispun dia masih melawan, kalu sudah terlalu jengkel kadang-kadang dia melepas salah satu spatunya dan melemparkanya kepadaku, tapi aku malah smakin senang dengan kelakuanya itu, aku belum berhenti godain dia, sepatunya aku bawa dan setelah sampei di depan rumah sepatunya aku umpetin di semak-semak!... hehehehe…. Aku sangat senang waktu itu. Karena rumahku dan rumah Ayu berdekatan, rumah Ayu masuk gang sekitar seratus mmeter dari rumahku, dan gang itu persis di sebelah rumahku Kemudian ibunyapun datang kerumahku, dia ngomel-ngomel padaku, aku tak berani menemuinya aku hanya ngumpet di kamar sambil ketewa-ketawa. Ibuku yang menemuinya tapi ngomel-ngomelnyapun tak begitu lama karena ibuku mengejak ibunya Ayu untuk ngobrol, dan merekapun sudah mengerti kalau anak-anaknya memanga suka begitu, lalu akupun berani keluar kamar, dan menunjukan sepatu Ayu yang aku umpetin di semak-semak. Lalu ibunya tersenyum sambil berkata :
jangan ulangi perbuatanmua yah nak?... kalian kan berteman nanti kalu kalian udah besar pasti kalian saling suka.
akupun tertawa sbagaimana anak kecil dan menjawab
ah.. engga bu Ayu kan jelek, udah gitu kecil lagih. He..he..he..
Kataku’ meskipun aku bilang begitu ibunya Ayu tidak marah padaku, malah dia tersenyum lagi padaku, dan dia berkata:
nanti kalu udah gede ga bakalan kecil lagih pasti cantik deh.. kamu pasti suka!
Jawabnya ibu Ayu sambil tersenyum padaku lalu dia berpamitan pada ibuku dan pergi meninggalkanku di halaman rumahku, aku menoleh pada ibuku lalu ibuku tersenyum geli melihat ulahku!…..
akupun pergi kerumah teman-temanku dan ngasih tau tentang masalah ibunya Ayu yang datang kerumah, dan merekapu tertawa, setelah aku ceritakn semuanya.selang beberapa hari Ayu pun dibawa pindah oleh ibunya karena ayahnya mendapat pekerjaan di luar daerah dan semenjak itu aku tidak pernah mendengar kabarnya lagi,.karena orang tuanya Ayu pindah rumah, lalu rumah yang di dekat rumahku ditinggali kake neneknya Ayu!
Sampai disitulah cerita kenakalanku sewaktu kecil, sebenarnya masih banyak tapi, Cuma cerita itu yang masih teringat dengan jelas olehku sampai sa’at ini. Biar nanti aku ceritakan lagi di depan!....
Dan sekarang aku melihat mobil itu, dan ternyata mobil itu milik teman kecilku Ayu, tapi aku belum lihat Ayu, sebenarnya aku penasasran apakah benar itu mobilnya ayu?... aku bertanya-tanya dalam hati, tapi aku pura-pura tidak penasaran dengan semua itu dan lagih aku punya janji sama shabatku Andi andi memang sahabat yang terdekat, rumahnyapun tak begitu jauh terhalang dua rumah dari rumahku, kalu rumah ayu masuk gang rumah andi sederet dengan rumahku di pinggir jalan!
Akupun melanjutkan obrolanku sama Andi.
Ndi jadi nga kita betulin motor kamu?
Tanyaku sambil melihat muka andi, andipun menjawab dengan cepat!
Ya jadi lah masa gak jadi aku dah nungguin kamu di sini dari tadi!....
Ya sudah tunggu sebentar aku mau ganti sepatuku dengan sandal dulu yah?..malu, masa kebengkel aja pake spatu!
Jawabku, akupun naik ke teras rumah dan membuka sepatuku menggantinya dengan sandal.
Ayo berangkat, motornya dimana?
Aku bertanya dan Andipun dengan repleks menjawab
Ayo..! motornya ya di rumah lah, ayo kita kerumku dulu!
Aku sama andipun berangkat kerumah andi untuk mengambil motornya andi yang mogok, lalu kami mendorongnya sampai kebengkel, untungnya bengkel itu ga terlalu jauh dari rumahku yach meskipun di kampung banyak orang yang buka bengkel, walaupun bengkel kampung tapi kehebatanya bias di adu dengan bengkel kota .
Setelah sampe di bengkel di sana sudah banyak yang mengantri, ada yang mau ganti ban lah, ganti oli lah, servis dan macem-macem pokonyah! Mereka yang datang berasal dari tetangga kampung, kebetulan di sana pemilik bengkel ada biasanya dia jarang ke bengkel karena ngurusin ternak lelenya di belakang rumah, jadi yang bekerja hanya anak buahnya saja tapi hari ini dia ada, Pak Nurdin namanya, “ bukan Nurdin M Top yah” dia buka bengkel semenjak aku sekolah SMP kelas satu dan aku alumni SMP Negri tahun 2002. dan sampe skarang ini dia masih berpropesi sebagai mekanik, dia juga punya pekerjaan sampingan seperti yang kuceritakan tadi yaitu berternak ikan lele! Pak nurdin pun kenal baik sama orangtuaku karena dia dulunya sahabatan, dan sampai skarangpun masih begitu. Jadi ketika aku datang pak nurdin langsung menyapaku karena dia hapal jelas asal-usul diriku, aku datang dari mana nanti ku ceritakan. Dan diapun bertanya:
Hai.. dra mau betulin apa kau?....
Pa Nurdin bertanya padaku, karena dia tau meskipun aku ga punya motor tapi aku sering mengajak teman-teman ku yang punya motor untuk betulin motornya di bekelnya pa Nurdin. O..iah maaf aku lupa mengenalkan diriku sendiri namaku Indra, maaf saking asyiknya bercerita jadi lupa deh ngenalin diri sendiri.
Akupun menjawab pertanyaanya:
Ini pa aku mau betulin motor si andi motornya kemarin mogok, kayanya pengen di servis nich!...
Pa nurdin pun melihat andi dan tersenyum, sebetulnya pak Nurdinpun tau Andi itu anaknya siapa, karena ayahnya andipun bersahabat dengan bapanya andi lalu pa Nurdinpun bertanya pada andi
Andi, mau di tungguin apa di tinggal ? pasien lagi banyak jadi aga ngantry.
Begitu ujarnya! Dan Andipun menjawab:
Tinggal aja deh pa, aku mau pergi maen dulu sama Idra nanti sore aku ambil, kelar kan?.....
Lalu pa Nurdin pun menjawab:
Insya allah kelar, nanti jga abis yang ini langsung di kerjain ko kalau mau di tunguinmah!
Kebetulan yang satu sudah mau selesai! Tapi Andi ga mau ngabisin waktunya di bengkel jadi dia memilih untuk pergi bermain bersamaku!.. Andipun berpamitan pada pa Nurdin
Tinggal aja deh pa, nanti kalu ada yang harus digantii ganti ajah, ok?....
Aku pamit ya pa!...
Ya sudahlah kalau begitu maen sanah nanti sore kamu kesinih lagi ambil motornya!...
Akupun langsung pergi dari bengkelnya pa Nurdin entah mau maen kemana, akupun tak tau?.......
Di perjalanan akupun bertanya pada andi?....
Ndi kita sebenarnya mau kemana,ko kita balik lagi ke sini sih?..........
Yahhhh pokonya kamu ikut aja deh, nanti juga kamu tau sendiri!
Kata andi sambil berjalan di depanku, setelah beberapa saat, kimi pun tiba di suatu daerah yang tak asing lagi buat kami!..... yaitu tempat yang dulu sering dijadikan tempat bermain sebuahh lapangan yang tak begitu luas, kira-kira setengahh lapangan bola.
Tanah itu adalah milik pak Amin, pak Amin sengaja mengosongkan tanah itu hanya untuk tempat bermain anak-anank.
Disitu juga aku sangat terkejut ketika melihat seorang gadis yang lagi bermain ayunan bersama seorang gadis kecil yang berumur sekitar Tujuh tahun. dan aku tidak tahu siapa gadis yang berada di ayunan itu, yang aku kenal hanyalah gadis kecilyang berusia sekitar tujuh tahun itu. Nama gadis kecil itu Arshi anaknya pak Dadang tetanggaku. Aku melihat ke arah andi, dan andipun melihat ke arahku selama beberapa menit aku tidak bicara aku hanya memandangi gadis itu, dan berpikir siapa dia? Sampai andi menepuk pundaku dan bertanya
Dra kenapa kamu, ko malah bengong?.....
Ayoo kita samperin gadis itu dan kita tanya siapa namanya!.....
Akupun terperanjat dalam lamunanku dan aku menoleh ke arah andi dan menjawab
Ehh... kamu ndi ngagetin ajah, tar dulu aku mau tau dulu siapa gadis itu!
Aku terus melihat ke arah ayunan itu, karena letaknya agak berjauhan dan gadis itu membelakangiku jadi aku tidak tahu siapa gadis itu. Andi bicara lagih
Dra ayo, kan kamu pengen tau siapa gadis itu kita samperin ajah, biar jelas, aku juga penasaran siapa gadis itu?....
Lalu aku dan andipun bergegas mendekati ayunan yang berada di pojok lapangan itu
Setelah aku sampai di tempat ayunan itu andi menegur gadis itu, maklum si andi memang rada-rada genit kalau melihat gadis, aku berdiri di belakang ayunan, ketika dia menengok aku dibuatnya terpana karena melihat matanya yang bening, bibir merah tanpa alat kosmetik, rambutnya terurai bak model sampo, lalu dia tersenyum dan berkata kepadaku
Apa kabar, lama tak jumpa, habis dari mana?......
Aku kaget ketika ia bertanya begitu, dan aku tidak merasa asing melihat dia sekejap aku berfikir, dan mengingt- ingat lalu setelah aku sadar akupun tahu siapa dia, Ayu gadis kecil yang dulu sering aku ejek sampai dia menangis dan sekarang dia telah tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik!
Aaa..aa..aku sekedar jalan-jalan sajah, ya kan ndi?......
Aku melirik ke arah Andi, dan andi pun tersenyum sambil mengiyakan!
Iya betul, tadi kami habis dari bengkelnya pak nurdin, karena bengkelnya antri jadi kami berdua putuskan untuk bermain ke sini. gitu kan dra?.......
Andi balik melirik aku yang masih terkagum melilhat wajahnya teman kecilku yang sekarang telah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik!
o...iah betul ehh..... bener sekali!
Aku jadi salah tingkah di buatnya samai bicaraku terbata-bata.lalu Andi pun bicara kembali
Kenapa kau dra sakit, ko ga biasanya kau ngomongnya terputus-putyus gituh haahahaha.... salting yah.....?
Aku akui aku memang sangat kagum ketika melihat wajahnya Ayu, sangat imut dan sangat cantik, dia sekarang adalah gadis yang sangat sempurna, insan mana yang tak akan tertarik ketika melihat dia sejenak aku terdiam dan andi bertanya pada Ayu.
Ayu sampai kapan di sini, dan apakah gerangan yang membuat ayu kemari?,.......
Lalu Ayupun menjawab.
Aku disini mungkin sekitar satu migu lebih lah, dan aku kesini karena ayahku ada urusan sama kake aku dan kebetulan aku lagi libur semester jadi sekalian berlibur. gitu.....
Ayu menjawab sambil meliat ke arahku, dan akupun hanya bisa tersenyum.
Ternyata ayu memneruskan sekolahnya ke bangku kuliah dan kami disini di desa hanya mampu meneruskan pekerjaan orang tua kami sebagai petani!...
Karena ayu tidak tahu kalau kami tidak melanjutkan sekolah kami, diapun betranya pada kami:
Kalian juga lagi libur yah, kalau lagi liburan kalian sibuk apa nih, pasti hanya bermain yah?....
Andi melirik ke arahku, dan aku tersenyum sambil menjawab.
Kami disinih tidak meneruskan sekolah, di samping terbentur biaya kami juga harus meneruskan budaya leluhur kami disini sebagai petani. sebenarnya kami juga ingin seperti kamu dan yang lainya yang meneruskan sekolah, tapi karena situasinya tidak mendukung akhirnya kami hanya bisa mensyukuri apa yang telah kami dapat!
Sebenarnya masih banyak alasan alsan lain yang mendukung kami tidak melanjutkan sekolah kami ke bangku kuliah. mungkin kamu juga tau, ia kan?...
Aku mengakhiri pembicaraanku sambil tersenyum, andipun ikut tersenyum begitupun dengan Ayu.
Owh... jadi kalian tidak melanjutkan skolah kalian, sayang sekali tapi tidak apa-apa lah toh orang yang bersekolahpun tidak menjamin begitu keluar dapet pekerjaan malah mereka yang tida melanjutkan yang punya pekerjaan, untuk jaman sekarang memang susah mencari pekerjaan.
Ayu mengakhiri pembicarannya sambil tersenyum, dan aku ga tau kenapa ia bilang begituh mungkin hanya untuk menyenangkan hati kami saja, akupun mengerti dan aku balas senyumannya itu.
setelah lama ngobrol waktupun tak terasa muali sore, aku berpamitan mau kembali ke bengkel untuk mengambil motornya andi yang sedang di betulkan paki Nurdin mungkin skarang sudah selesi.
Singkat cerita aku dan andipun pergi, kami kembali ke bengkel untuk mengambil motor, dan ayupun pulang kerumahnya bersama anaknya pak Dadang!....
BAGIAN II
Sesampainya di bengkelnya pa nurdin motornya Andi sudah selesai di perbaiki, jadi kamipun langsung menanyakan ongkosnya berapa,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar